Tampilkan postingan dengan label Candi Sambisari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Sambisari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

CANDI SAMBISARI KABUPATEN SLEMAN - D.I. YOGYAKARTA

Candi Sambisari yang terletak di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Sleman. Kalo dari arah kota tinggal berjalan ke arah Bandara Adisucipto, nah beberapa ratus meter dari pertigaan Bandara Adisucipto tersebut terdapat pertigaan lagi, belok kiri sampe mentok kita sudah sampai di lokasi Candi Sambisari. Nggak sulit buat nyari jalannya karena ada papan penunjuk jalan dengan jelas.
 
Candi Sambisari ini merupakan candi yang bercorak agama Hindu. Yang menarik adalah Candi Sambisari berada pada kedalaman 6,5 meter di bawah permukaan tanah sekitarnya. Terdiri dari sebuah Candi Induk dan 3 Candi Perwara. Untuk masuk ke area candi terdapat 4 pintu masuk, saya pun masuk melalui pintu sebelah barat.
Pertama yang saya amati tentu saja bangunan yang paling besar alias Candi Induk. Di pintu masuk Candi Induk terdapat hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara yang menganga. Masuk ke dalam Candi Induk terdapat arca Lingga dan Yoni seperti yang ada pada Candi Ijo yang saya kunjungi sebelumnya. Saat mengelilingi Candi Induk saya mengamati terdapat 3 buah relung yang berisi arca Dewi Durga dengan 8 tangan yang membawa senjata, arca Ganesha, dan arca Agastya yang terdapat seperti tasbih yang mengalung di lehernya.
Tepat di sebelah barat Candi Induk terdapat 3 Candi Perwara yang saling berhadapan dengan Candi Induk. Candi Perwara yang ada di Candi Sambisari ini tidak mempunyai atap. Pada Candi Perwara yang tengah terdapat arca Padmasana yang kemungkinan digunakan untuk menaruh sesajen. Di sekeliling Candi Induk dan Candi Perwara juga terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di seluruh penjuru mata angin.
Nah ini adalah akhir petualangan saya di Jogja pada bulan ini, sebenernya masih pengen mengunjungi beberapa candi lagi tapi karena keterbatasan waktu dan saya harus segera kembali ke Surabaya jadi keinginan tersebut harus ditunda dulu. Kemungkinan awal bulan depan saya kembali ke Jogja dan tentunya akan mengunjungi beberapa tempat yang menarik di Jogja. Buat yang mau ke Jogja dan akan ke Candi Prambanan, nggak ada salahnya buat mampir dulu ke Candi Sambisari sebelum ke Candi Prambanan


Kamis, 08 Desember 2011

CANDI SAMBISARI KABUPATEN SLEMAN - D.I. YOGYAKARTA


Ditemukan oleh Karyowinangun pada sebuah pagi di tahun 1966. Sebuah kejadian langka dialaminya di sawah kala itu, ketika sedang mengayunkan cangkulnya ke tanah. Dinas kepurbakalaan yang mengetahui adanya temuan itu pun segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah Karyowinangun sebagai suaka purbakala. Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca-arca kuno. Dan benar, batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi.




Selang 21 tahun sesudahnya, keindahan candi akhirnya bisa dinikmati. Bangunan candi yang dinamai Sambisari itu berdiri megah di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, 12 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Anda bisa menjangkau dengan berkendara melewati lintas jalan Yogya-Solo hingga menemukan papan penunjuk menuju candi ini. Selanjutnya, anda tinggal berbelok ke kiri mengikuti alur jalan.
Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 - 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.

Bangunan candi induk cukup unik karena tidak mempunyai alas seperti candi di Jawa lainnya. Kaki candi sekaligus berfungsi sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Bagian kaki candi dibiarkan polos, tanpa relief atau hiasan apapun. Beragam hiasan yang umumnya berupa simbar baru dijumpai pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar. Hiasan itu sekilas seperti motif-motif batik.

Menaiki tangga pintu masuk candi induk, anda bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara yang menganga. Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.

Selasar selebar 1 meter akan dijumpai setelah melewati anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. Mengelilinginya, anda akan menjumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat Arca Ganesha (anak Dewi Durga). Di sisi selatan, terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya.

Keluar dari candi induk dan menuju ke barat, anda bisa melihat ketiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke arah berlawanan. Ada dugaan bahwa candi perwara ini sengaja dibangun tanpa atap sebab ketika penggalian tak ditemukan batu-batu bagian atap. Bagian dalam candi perwara tengah memiliki lapik bujur sangkar yang berhias naga dan padmasana (bunga teratai) berbentuk bulat cembung di atasnya.


Bila telah puas menikmati keindahan candi, anda bisa menuju ke ruang informasi. Beberapa foto yang menggambarkan lingkungan sawah Karyowinangun sebelum digali dan kondisi awal candi ketika ditemukan bisa ditemui. Ada pula foto-foto tentang proses penggalian dan rekonstruksi candi yang berjalan puluhan tahun, termasuk foto benda-benda lain yang ditemukan selama penggalian, berupa arca dari perunggu yang kini disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Keindahan Candi Sambisari yang kini bisa kita nikmati merupakan hasil kerja keras para arkeolog selama 21 tahun. Candi yang semula mirip puzzle raksasa, sepotong demi sepotong disusun kembali demi lestarinya satu lagi warisan kebudayaan agung di masa silam.

ALIRAN ASAM KALIPAIT KABUPATEN BONDOWOSO - JAWA TIMUR

Aliran Asam Kalipait adalah sungai unik yang berlokasi di desa Kalianyar kecamatan Ijen kabupaten Bondowoso. Sungai ini merupakan limpasan d...