Monumen Lintas Laut Jawa-Bali terletak di Cekik Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Bali, tepatnya sekitar 3 km timur pelabuhan penyeberangan Gilimanuk. Di monumen ini terdapat informasi bahwa pertempuran laut ini terjadi di Selat Bali yang dipimpin oleh Kapten Markadi dan di dalam monument ini tertulis setidaknya 290 nama para pejuang pasukan Markadi.Beberapa diantaranya merupakan para pejuang pemuda dari Bali. Tempat monumennya sangat startegis, berada di pinggir jalan Gilimanuk-Denpasar.
Kamis, 14 Maret 2024
MONUMEN OPERASI LINTAS LAUT JAWA-BALI, KABUPATEN JEMBRANA - BALI
Saat masuk ke areanya, suasana begitu hening, dikelilingi rimbunnya pepohonan besar sepeti di tengah hutan Taman Nasional Bali Barat.Di sana terdapat miniatur tank dan torpedo di depan pintu masuk
monumen. Sebelum naik ke atas patung jangkar kapal, kita dapat
mengelilingi gambar sejarah pertempuran TNI pada dinding-dinding
monument yang dipagari patung senjata dan bambu runcing.
Serta di bagian belakang monumen terdapat prasasti besar yang tertuliskan nama-nama para pejuang saat itu.“Tak banyak pengunjung dengan sengaja datang untuk melihat
monumen ini. Kebanyakan pengunjung yang kemari adalah yang akan
menyebrang ke Jawa. Sehingga monumen ini hanya sebagai persinggahan
sementara untuk nantinya melanjutkan perjalanan,” tutur I Kade Tulus
Mertayasa selaku penjaga monumen ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PANTAI BAMBANG KABUPATEN LUMAJANG - JAWA TIMUR
Pantai Bambang terletak di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Tidak sama dengan pantai-pantai lain yan...
-
JELAJAH RUTE GERILYA PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN Oleh : Firdaus Ubaidillah Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku, t...
-
Tugu Jogja di persimpangan jalan P. Diponegoro kota Yogyakarta. pada zaman dahulu memiliki ketinggian yang lebih tinggi, sekitar 25 meter d...
-
Perjalanan Malang-Lumajang ini sebenarnya sudah lama saya lakukan tepatnya tanggal 15 Juli 2009, namun saya ulangi lagi dari arah sebaliknya...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar